..::
home

Latest Post

Berpuasa As-Syuro Antara Sunnah & Bid’ah

Berpuasa As-Syuro Antara Sunnah & Bid’ah

Assalaamu’allaikum Wr. Wb.

Selamat malam Sahabat, Semoga Alloh mengampuni kita dalam keadaan suci dan selalu memberikan hidayah disetiap langkah kehidupan kita.  Semoga pula Alloh SWT Mengampuni setiap detik hati yang selalu berpirasat buruk terhadap apa yang akan terjadi. Sungguh Alloh Maha mengetahui lagi Maha pengampun. Allohumma Sholli ‘Alaa Sayyidina Muhammad.

Ini adalah hari ke-9 di bulan Muharrom penaggalan Hijriah 1436, dan beberapa menit lagi  akan memasuki penanggalan ke-10 pada perhitungan Masehi, namun dalam perhitungan hijriah seperti yang kita ketahui bahwa penaggalan terhitung setelah kumandang adzan maghrib namun ya beginilah ketika ummat Islam tertutup akan hal itu dan berada disekeliling keemasan yahudi. Baiklah bukan itu yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini.  Namun Saya akan membahas tentang berpuasa As-Syuro di Bulan Muharrom,  Antara Sunnah dan Bid’ah.

Dikutip dari Tulisan Ustadz Aris Munandar bin S.Ahmadi.

Sebelum kita memulai pembahasannyA, Silakan, ambil dahulu secangkir teh hangat untuk melancarkan aliran darah Anda, hehehe…

Baiklah kita akan mulai dari sejarah dan keutamaan Puasa As-Syura.

SEJARAH DAN KEUTAMAAN PUASA ASYURA

Sesungguhnya hari Asyura (10 Muharram) meski merupkan hari bersejarah dan diagungkan, namun orang tidak boleh berbuat bid’ah di dalamnya. Adapun yang dituntunkan syariat kepada kita pada hari itu hanyalah berpuasa, dengan dijaga agar jangan sampai tasyabbuh dengan orang Yahudi.

أَنَّ عَائِشَةَ رَضِي الهُِ عَنْهَا قَالَتْ كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ رَسُولُ الهِن صَلَّى الهَُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ فَلَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ …

“Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari asyura di masa jahiliyyah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melakukannya pada masa jahiliyyah. Tatkala beliau sampai di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.” [1]

قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى الهُم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَا هَذَا قَالُوا هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى الهُل بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ فَصَامَهُ مُوسَى شُكْرًا قَالَ فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ نَحْنُ نَصُوْمُهُ تَعْظِيْمًا لَهُ

“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya :”Apa ini?” Mereka menjawab :”Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur. Maka beliau Rasulullah menjawab :”Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu.” [2]

Dua hadits ini menunjukkan bahwa suku Quraisy berpuasa pada hari Asyura di masa jahiliyah, dan sebelum hijrahpun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukannya. Kemudian sewaktu tiba di Madinah, beliau temukan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari itu, maka Nabi-pun berpuasa dan mendorong umatnya untuk berpuasa.

Diriwayatkan pada hadits lain.

وَهَذَا يَوْمُ اسْتَوَتْ فِيهِ السَّفِينَةُ عَلَى الْجُودِيِّ فَصَامَهُ نُوحٌ شُكْرًا لِلَّهِ تَعَالَى

“Ia adalah hari mendaratnya kapal Nuh di atas gunung “Judi” lalu Nuh berpuasa pada hari itu sebagai wujud rasa syukur”[3]

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِي الهُل عَنْهُ قَالَ كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ يَوْمًا تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَتَتَّخِذُهُ عِيدًا فَقَالَ رَسُولُ الهِ صَلَّى الهُه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوهُ أَنْتُمْ

“Abu Musa berkata : “Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya, maka Rasulllah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Puasalah kalian pada hari itu” [4]

وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa di hari Asyura, maka beliau menjawab : “Puasa itu bisa menghapuskan (dosa-dosa kecil) pada tahun kemarin” [5]

CARA BERPUASA DI HARI ASYURA
1. Berpuasa selama 3 hari tanggal 9, 10, dan 11 Muharram
Berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan lafadz sebagaimana telah disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam al-Huda dan al-Majd Ibnu Taimiyyah dalam al-Muntaqa 2/2:

خَالِفُوا الْيَهُودَ وَصُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ وَ يَوْمًا بَعْدَهُ

“Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya.”

Dan pada riwayat ath-Thahawi menurut penuturan pengarang Al-Urf asy-Syadzi:

صُومُوهُ وَصُومُوا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا وَ لاَ تُشَبِّهُوَا بِالْيَهُوْدِ

“Puasalah pada hari Asyura dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya dan janganlah kalian menyerupai orang Yahudi.”

Namun di dalam sanadnya ada rawi yang diperbincangkan. Ibnul Qayyim berkata (dalam Zaadud Ma’al 2/76):”Ini adalah derajat yang paling sempurna.” Syaikh Abdul Haq ad-Dahlawi mengatakan:”Inilah yang Utama.”

Ibnu Hajar di dalam Fathul Baari 4/246 juga mengisyaratkan keutamaan cara ini. Dan termasuk yang memilih pendapat puasa tiga hari tersebut (9, 10 dan 11 Muharram) adalah Asy-Syaukani (Nailul Authar 4/245) dan Syaikh Muhamad Yusuf Al-Banury dalam Ma’arifus Sunan 5/434

Namun mayoritas ulama yang memilih cara seperti ini adalah dimaksudkan untuk lebih hati-hati. Ibnul Qudamah di dalam Al-Mughni 3/174 menukil pendapat Imam Ahmad yang memilih cara seperti ini (selama tiga hari) pada saat timbul kerancuan dalam menentukan awal bulan.

2. Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram
Mayoritas hadits menunjukkan cara ini:

صَامَ رَسُولُ الهِع صَلَّى الهُت عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ الهِس إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ الهَِ صَلَّى الهُم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ الهَِ صَلَّى الهَُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa. Para shahabat berkata:”Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh Yahudi.” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.”, tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.”[6]

Dalam riwayat lain :

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

“Jika aku masih hidup pada tahun depan, sungguh aku akan melaksanakan puasa pada hari kesembilan.”[7].

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata (Fathul Baari 4/245) :”Keinginan beliau untuk berpuasa pada tanggal sembilan mengandung kemungkinan bahwa beliau tidak hanya berpuasa pada tanggal sembilan saja, namun juga ditambahkan pada hari kesepuluh. Kemungkinan dimaksudkan untuk berhati-hati dan mungkin juga untuk menyelisihi kaum Yahudi dan Nashara, kemungkinan kedua inilah yang lebih kuat, yang itu ditunjukkan sebagian riwayat Muslim”

عَنْ عَطَاء أَنَّهُ سَمِعَ ابْنِ عَبَاسٍ يَقُوْلُ: وَخَالِفُوا الْيَهُودَ صُومُوا التَّاسِعَ وَ الْعَاشِرَ

“Dari ‘Atha’, dia mendengar Ibnu Abbas berkata:”Selisihilan Yahudi, berpuasalah pada tanggal 9 dan 10”.

3. Berpuasa Dua Hari yaitu tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11 Muharram

صُومُوا يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ صُومُوا قَبْلَهُ يَوْمًا أَوْ بَعْدَهُ يَوْمًا

“Berpuasalah pada hari Asyura dan selisihilah orang Yahudi, puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”

Hadits marfu’ ini tidak shahih karena ada 3 illat (cacat):
-. Ibnu Abi Laila, lemah karena hafalannya buruk.
-. Dawud bin Ali bin Abdullah bin Abbas, bukan hujjah
-. Perawi sanad hadits tersebut secara mauquf lebih tsiqah dan lebih hafal daripada perawi jalan/sanad marfu’

Jadi hadits di atas Shahih secara mauquf sebagaimana dalam as-Sunan al-Ma’tsurah karya As-Syafi’i no 338 dan Ibnu Jarir ath-Thabari dalam Tahdzibul Atsar 1/218.

Ibnu Rajab berkata (Lathaiful Ma’arif hal 49):”Dalam sebagian riwayat disebutkan atau sesudahnya maka kata atau di sini mungkin karena keraguan dari perawi atau memang menunjukkan kebolehan….”

Al-Hafidz berkata (Fathul Baari 4/245-246):”Dan ini adalahl akhir perkara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dahulu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam suka menyocoki ahli kitab dalam hal yang tidak ada perintah, lebih-lebih bila hal itu menyelisihi orang-orang musyrik. Maka setelah Fathu Makkah dan Islam menjadi termahsyur, beliau suka menyelisihi ahli kitab sebagaimana dalam hadits shahih. Maka ini (masalah puasa Asyura) termasuk dalam hal itu. Maka pertama kali beliau menyocoki ahli kitab dan berkata :”Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian (Yahudi).”, kemudian beliau menyukai menyelisihi ahli kitab, maka beliau menambah sehari sebelum atau sesudahnya untuk menyelisihi ahli kitab.”

Ar-Rafi’i berkata (at-Talhish al-Habir 2/213) :”Berdasarkan ini, seandainya tidak berpuasa pada tanggal 9 maka dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 11″

4. Berpuasa pada 10 Muharram saja
Al-Hafidz berkata (Fathul Baari 4/246) :”Puasa Asyura mempunyai 3 tingkatan, yang terendah berpuasa sehari saja, tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9, dan tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9 dan 11. Wallahu a’lam.”


BID’AH-BID’AH DI HARI ASYURA
1. Shalat dan dzikir-dzikir khusus, sholat ini disebut dengan sholat Asyura
2. Mandi, bercelak, memakai minyak rambut, mewarnai kuku, dan menyemir rambut.
3. Membuat makanan khusus yang tidak seperti biasanya.
4. Membakar kemenyan.
5. Bersusah-susah dalam kehausan dan menampakkan kesusahannya itu.
6. Doa awal dan akhir tahun yang dibaca pada malam akhir tahun dan awal tahun (Sebagaimana termaktub dalam Majmu’ Syarif)
7. Menentukan berinfaq dan memberi makan orang-orang miskin
8. Memberi uang belanja lebih kepada keluarga.
9. As-Subki berkata (ad-Din al-Khalish 8/417):”Adapun pernyataan sebagian orang yang menganjurkan setelah mandi hari ini (10 Muharram) untuk ziarah kepada orang alim, menengok orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memotong kuku, membaca al-Fatihah seribu kali dan bersilaturahmi maka tidak ada dalil yg menunjukkan keutamaan amal-amal itu jika dikerjakan pada hari Asyura. Yang benar amalan-amalan ini diperintahkan oleh syariat di setiap saat, adapun mengkhususkan di hari ini (10 Muharram) maka hukumnya adalah bid’ah.”

Ibnu Rajab berkata (Latha’iful Ma’arif hal. 53) : “Hadits anjuran memberikan uang belanja lebih dari hari-hari biasa, diriwayatkan dari banyak jalan namun tidak ada satupun yang shahih. Di antara ulama yang mengatakan demikian adalah Muhammad bin Abdullah bin Al-Hakam Al-Uqaili berkata :”(Hadits itu tidak dikenal)”. Adapun mengadakan ma’tam (kumpulan orang dalam kesusahan, semacam haul) sebagaimana dilakukan oleh Rafidhah dalam rangka mengenang kematian Husain bin Ali Radhiyallahu ‘anhu maka itu adalah perbuatan orang-orang yang tersesat di dunia sedangkan ia menyangka telah berbuat kebaikan. Allah dan RasulNya tidak pernah memerintahkan mengadakan ma’tam pada hari lahir atau wafat para nabi maka bagaimanakah dengan manusia/orang selain mereka”

Pada saat menerangkan kaidah-kaidah untuk mengenal hadits palsu, Al-Hafidz Ibnu Qayyim (al-Manar al-Munif hal. 113 secara ringkas) berkata : “Hadits-hadits tentang bercelak pada hari Asyura, berhias, bersenang-senang, berpesta dan sholat di hari ini dan fadhilah-fadhilah lain tidak ada satupun yang shahih, tidak satupun keterangan yang kuat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selain hadits puasa. Adapun selainnya adalah bathil seperti.

مَنْ وَ سَّعَ عَلَى عِيَالِهِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ وَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ سَائِرَ سَنَتِهِ

“Barangsiapa memberi kelonggaran pada keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan kelonggaran kepadanya sepanjang tahun”.

Imam Ahmad berkata : “Hadits ini tidak sah/bathil”. Adapun hadits-hadits bercelak, memakai minyak rambut dan memakai wangi-wangian, itu dibuat-buat oleh tukang dusta. Kemudian golongan lain membalas dengan menjadikan hari Asyura sebagai hari kesedihan dan kesusahan. Dua goloangan ini adalah ahli bid’ah yang menyimpang dari As-Sunnah. Sedangkan Ahlus Sunnah melaksanakan puasa pada hari itu yang diperintahkan oleh Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi bid’ah-bid’ah yang diperintahkan oleh syaithan”.

Adapun shalat Asyura maka haditsnya bathil. As-Suyuthi dalam Al-Lali 2/29 berkata : “Maudhu’ (hadits palsu)”. Ucapan beliau ini diambil Asy-Syaukani dalam Al-Fawaid Al-Majmu’ah hal.47. Hal senada juga diucapkan oleh Al-Iraqi dalam Tanzihus Syari’ah 2/89 dan Ibnul Jauzi dalam Al-Maudlu’ah 2/122

Ibnu Rajab berkata (Latha’ful Ma’arif) : “Setiap riwayat yang menerangkan keutamaan bercelak, pacar, kutek dan mandi pada hari Asyura adalah maudlu (palsu) tidak sah. Contohnya hadits yang dikatakan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu secara marfu.

غْتَسَلَ وَ تَطَهَّرَ فِي يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ لَمْ يَمْرَضْ فِي سَنَتِهِ إِلاَّ مَرَضَ الْمَوْتِ

“Barangsiapa mandi dan bersuci pada hari Asyura maka tidak akan sakit di tahun itu kecuali sakit yang menyebabkan kematian”.

Hadits ini adalah buatan para pembunuh Husain.
Adapun hadits,

ِمَنِ اكْتَحَلَ بِالإِثْمِدِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ لَمْ تَرْمِدْ عَيْنُهُ أَبَدًا

“Barangsiapa bercelak dengan batu ismid di hari Asyura maka matanya tidak akan pernah sakit selamanya”

Maka ulama seperti Ibnu Rajab, Az-Zakarsyi dan As-Sakhawi menilainya sebagai hadits maudlu (palsu).

Hadits ini diriwayatkan Ibnul Jauzi dalam Maudlu’at 2/204. Baihaqi dalam Syu’abul Iman 7/379 dan Fadhail Auqat 246 dan Al-Hakim sebagaimana dinukil As-Suyuthi dalam Al-Lali 2/111. Al-Hakim berkata : “Bercelak di hari Asyura tidak ada satu pun atsar/hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan hal ini adalah bid’ah yang dibuat oleh para pembunuh Husain Radhiyallahu ‘anhu.

Demikianlah sedikit pembahasan tentang hari Asyura. Semoga kita bisa meninggalkan bid’ah-bid’ahnya. Amin

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun V/1421H/2001M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]
_______
Footnote
[*]. Diolah oleh Aris Munandar bin S Ahmadi, dari kitab Rad’ul Anam Min Muhdatsati Asyiril Muharram Al-Haram, karya Abu Thayib Muhammad Athaullah Hanif, tahqiq Abu Saif Ahmad Abu Ali
[1]. Hadits Shahih Riwayat Bukhari 3/454, 4/102-244, 7/147, 8/177,178, Ahmad 6/29, 30, 50, 162, Muslim 2/792, Tirmidzi 753, Abu Daud 2442, Ibnu Majah 1733, Nasa’i dalam Al-Kubra 2/319,320, Al-Humaidi 200, Al-Baihaqi 4/288, Abdurrazaq 4/289, Ad-Darimy 1770, Ath-Thohawi 2/74 dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya 5/253
[2]. Hadits Shahih Riwayat Bukhari 4/244, 6/429, 7/274, Muslim 2/795, Abu Daud 2444, Nasa’i dalam Al-Kubra 2/318, 319, Ahmad 1/291, 310, Abdurrazaq 4/288, Ibnu Majah 1734, Baihaqi 4/286, Al-Humaidi 515, Ath-Thoyalisi 928
[3]. Hadits Riwayat Ahmad 2/359-360 dengan jalan dari Abdusshomad bin Habib Al-Azdi dari bapaknya dari Syumail dari Abu Hurairah, Abdusshomad dan bapaknya keduanya Dha’if.
[4]. Hadits Shahih Riwayat Bukahri 4/244, 7/274, Muslim 2/796, Nasa’i dalam Al-Kubra 2/322 dan Al-Baihaqi 4/289
[5]. Hadits Shahih Riwayat Muslim 2/818-819, Abu Daud 2425, Ahmad 5/297, 308, 311, Baihaqi 4.286, 300 Abdurrazaq 4/284, 285
[6]. Hadits Shahih Riwayat Muslim 2/796, Abu Daud 2445, Thabary dalam Tahdzibul Atsar 1/24, Baihaqi dalam Al-Kubra 4/287 dan As-Shugra 2/119 serta Syu’abul Iman 3506 dan Thabrabi dalam Al-Kabir 10/391
[7]. Hadits Shahih Muslim 2/798, Ibnu Majah 736, Ahmad 1/224, 236, 345, Baihaqi 4/287, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanafnya 3/58, Thabrani dalam Al-Kabir 10/401, Thahawi 2/77 dan lain-lain
[8]. Abdurrazaq 4/287, Thahawi dalam Syarh Ma’anil Atsar 2/78, Baihaqi dalam Sunan Kubra 4/287 dan dalam Syu’abul Iman 3509 dari jalan Ibnu Juraij, Atha telah mengabariku …. Sanadnya shahih. Ada juga muttabi dalam riwayat Qasim Al-Bhagawi dalam Al-Hadits Ali Ibnil Ja’di 2/886 dengan sanad shahih
[9]. Hadits Dhaif, riwayat Ahmad 1/241, Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya 2095, Thahawi 2/78, Bazar 1052 dalam Kasyfil Atsar, Baihaqi 4/278, Thobary dalam Tahdzibul Atsar 1/215, Ibnu Adi dalam Al-Kamil 3/88

dbSide

  • Assalaamu'alaikum Wr. Wb. Apa kabar Sahabat hari ini? Semoga Tuhan tetap mmberikan hidaya, rahmat dan kesehatan kepada kita untuk tetap terus bertekas memperbaiki diri setiap detiknya dan selalu memberikan invosai dan kreatifitas dalam hidup kita, Amin. Yes... I `am come back guys :) Mulai saat ini Saya akan mencoba kembali berbagi cerita, pengalaman, sedikit ilmu dan informasi kepada Sahabat senua dan semoga bermanfaat. Banyak cerita yang mungkin saja mengantung dan tak tersampaikan belakangan ini, namun itu semua karena ketidakmampuan Saya untuk berbagi diakrenakan kesibukan dan padatnya rutinitas, cieee hahahaa... terima kasih and I am come back...
  • My holiday on movie, watch on: >>>disini yeee<<< .
  • Bermula dari sebuah sedikit kecerobohan yang menjadikan setumpuk masalah yang membuatku jadai tak berdaya. Kehilangan satu folder berakibat pula pada kehilangan banyak harapan sehingga aku mencari ke berbagai pelosok dunia maya tentang pengembalian data-data yang tersimpan dalam satu folder itu. Akupun menemukan berbagai cara yang patutu turut aku persembahkan untuk rekan-rekan yang memiliki masalah yang sama. Saat Flashdisk terkena virus, setelah di scan dengan menggunakan antivirus baik dengan antivirus lokal maupun antivirus Luar, Kadang kita menemukan Flashdisk kita kosong ketika dilihat menggunakan Windows Explorer, namun ketika dilihat pada Propertiesnya, ternyata kapasitasnya Full terpakai. Nah..kalo kamu bertemu kondisi seperti ini, bersyukurlah data kamu masih ada tetapi dalam kondisi hidden (tersembunyi). Kasus seperti ini biasanya terjadi karena virus menyembunyikan file dan folder tersebut, sehingga dibutuhkan trik khusus untuk memunculkannya kembali. Adapun cara untuk mengembalikan file atau folder yang disembunyikan (di-hidden) oleh virus adalah : (more…)
  • Panduan Umum SNMPTN 2011 TUJUAN Penyelenggaraan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bertujuan untuk menyeleksi dan memperoleh calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik guna mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. PERSYARATAN Seleksi Lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat tahun 2009, 2010, dan 2011. Bagi lulusan tahun 2009 dan 2010, memiliki ijazah SMA/MA/SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dan bagi lulusan tahun 2011 telah memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL) dari Kepala Sekolah yang dilengkapi dengan pasfoto yang bersangkutan dan dicap. Memiliki kesehatan yang memadai, sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi. Tidak buta warna bagi program studi tertentu. Penerimaan Lulus dari Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional, lulus Ujian SNMPTN 2011, sehat, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh PTN penerima dan dapat dilihat di laman masing-masing PTN. PEMBAGIAN WILAYAH DAN PERGURUAN TINGGI NEGERI PESERTA SNMPTN WILAYAH I Meliputi Perguruan Tinggi Negeri di wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Kalimantan Barat: Universitas Syiah Kuala Universitas Malikussaleh Universitas Negeri Medan Universitas Sumatera Utara Universitas Negeri Padang Universitas Andalas Universitas Riau UIN Sultan Syarief Kasim Universitas Jambi Universitas Sriwijaya Universitas Bengkulu Universitas Lampung Universitas Negeri Jakarta Universitas Indonesia UIN Syarief Hidayatullah Institut Pertanian Bogor Universitas Pendidikan Indonesia Institut Teknologi Bandung Universitas Padjadjaran UIN Sunan Gunung Djati Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Universitas Tanjungpura Universitas Bangka Belitung WILAYAH II Meliputi Perguruan Tinggi Negeri di wilayah Jawa Tengah, dan DIY: Universitas Jenderal Soedirman Universitas Negeri Semarang Universitas Diponegoro Universitas Sebelas Maret Universitas Negeri Yogyakarta Universitas Gadjah Mada UIN Sunan Kalijaga WILAYAH III Meliputi Perguruan Tinggi Negeri di wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan (kecuali Kalimantan Barat): Universitas Negeri Surabaya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Universitas Airlangga Universitas Trunojoyo IAIN Sunan Ampel Universitas Negeri Malang Universitas Brawijaya UIN Maulana Malik Ibrahim Universitas Jember Universitas Udayana Universitas Pendidikan Ganesha Universitas Mataram Universitas Nusa Cendana Universitas Palangka Raya Universitas Lambung Mangkurat Universitas Mulawarman Universitas Borneo WILAYAH IV Meliputi Perguruan Tinggi Negeri di wilayah Sulawesi, Maluku, Ambon, Irian Jaya dan Papua Barat: Universitas Negeri Makassar UIN Alauddin Universitas Hasanuddin Universitas Tadulako Universitas Haluoleo Universitas Negeri Gorontalo Universitas Negeri Manado Universitas Sam Ratulangi Universitas Pattimura Universitas Cenderawasih Universitas Khairun Universitas Negeri Papua Universitas Musamus LINTAS WILAYAH Peserta ujian dapat memilih Program Studi di setiap PTN di luar wilayah tempat peserta mengikuti ujian. Tempat ujian tidak merupakan kriteria penerimaan, sehingga peserta ujian tidak harus mengikuti ujian di tempat Program Studi atau Perguruan Tinggi Negeri yang menjadi pilihannya. Peserta dapat memilih lokasi ujian yang dikehendaki. KELOMPOK UJIAN Kelompok ujian SNMPTN terbagi menjadi 3 (tiga): Kelompok Ujian IPA Kelompok Ujian IPS Kelompok Ujian IPC (campuran IPA dan IPS). Setiap peserta dapat mengikuti kelompok Ujian IPA, IPS atau IPC, dan tidak harus sesuai dengan jurusan SMA/MA/SMK/MAK yang bersangkutan. KELOMPOK PROGRAM STUDI DAN JUMLAH PILIHAN (more…)
  • DAFTAR NAMA DAN KODE PANITIA LOKAL (PANLOK) SNMPTN TAHUN 2011 NO. KODE NAMA PANLOK KODE URUT PANLOK WILAYAH 1 11 BANDA ACEH 1 Subpanlok Unsyiah Subpanlok Unimal 2 14 MEDAN - UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 1 3 15 MEDAN - UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 1 4 17 PADANG 1 5 19 PEKANBARU 1 6 21 JAMBI 1 7 23 PALEMBANG 1 8 25 BENGKULU 1 9 27 LAMPUNG 1 10 30 JAKARTA 1 11 33 BOGOR 1 Subpanlok Bogor Subpanlok Bekasi Subpanlok Cianjur/Sukabumi Subpanlok Cirebon Subpanlok Pangkal Pinang 12 34 BANDUNG 1 13 38 BANTEN 1 Subpalok Serang Subpanlok Tangerang A Subpanlok Tangerang B 14 41 PURWOKERTO 2 15 42 SEMARANG 2 16 44 SURAKARTA 2 17 46 YOGYAKARTA 2 18 50 SURABAYA 3 19 55 MALANG 3 20 58 JEMBER 3 21 63 DENPASAR 3 22 64 SINGARAJA 3 23 65 MATARAM 3 24 66 KUPANG 3 25 71 PONTIANAK 1 26 73 PALANGKARAYA 3 27 75 BANJARMASIN 3 28 77 SAMARINDA 3 Subpanlok Samarinda Subpanlok Tarakan 29 80 MAKASSAR - UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 4 30 82 MAKASSAR - UNIVERSITAS HASANUDDIN 4 31 83 PALU 4 32 84 KENDARI 4 33 85 GORONTALO 4 34 86 TONDANO 4 35 87 MANADO 4 36 93 AMBON 4 Subpanlok Kota Ambon Subpanlok Kota Tual Subpanlok Langgur Subpanlok Kota Masohi Subpanlok Kepulauan Aru 37 94 JAYAPURA 4 Subpanlok Jayapura Subpanlok Kab. Merauke Subpanlok Kab. Jayawijaya Subpanlok Kab. Biak Numfor 38 95 TERNATE 4 39 96 MANOKWARI 4 Subpanlok Manokwari Subpanlok Sorong Subpanlok Fakfak Subpanlok Kaimana

dBoedmaster

Kecil bukan berarti tak mampu....
Biar kecil tapi semangatku untuk berinovasi akan selalu tumbuh. Menjunjung tinggi kesetiakawanan, peka akan kepeduliaan. Melakukan hal yang kecil untuk sesuatu yang BESAR. Lalu bersabar dan berdo'a dalam prosesnya. "Manfaat Bagi Sesama"

Categories

Archives

www.soundcloud.com/boedheanto

free counters

HTML hit counter - Quick-counter.net


Thank`s Visitor !

follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Instagram: @boedheanto

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.