..::
you're reading...
..:Newsmedia

Ganja Dilegalkan ?

Polisi sudah mencium rencana sejumlah aktivis yang tergabung dalam ‘Lingkar Ganja Nusantara’ untuk kampanye melegalkan ganja.

Polisi menegaskan bahwa para aktivis tidak bisa serta merta melakukan kampanye tersebut. “Itu kan barang terlarang, apabila akan melegalkan, tentu hal tersebut harus dilakukan melalui mekanisme yang terkait dengan adanya revisi dari Undang-Undang (UU),” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Boy Rafli Amar, Kamis, 5 Mei 2011.

Selain itu, Boy menambahkan, harus ada argumentasi yang jelas ke badan legislatif jika ingin melegalkan ganja. Sebab, selama ini sudah jelas ganja mempunyai dampak sangat negatif.

“Itulah yang selama ini dilarang, kalau menghisap ganja rame-rame, itu melanggar hukum,” ujar Boy.

Kelompok yang tergabung dalam Lingkar Ganja Nusantara itu berencana menggelar aksinya setiap Sabtu di bulan Mei untuk melegalisasikan tanaman ganja. Badan Narkotika Nasional (BNN) juga menentang atas rencana itu.

Sebab, tanaman ganja sudah masuk dalam golongan 1 narkotika. Dalam UU NO. 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika, ganja sejajar dengan heroin dan kokain. “Itu artinya ganja termasuk barang yang dilarang oleh pemerintah untuk digunakan,” jelas Kepala Humas BNN Sumirat Dwiyanto.

BNN: “GANJA SEBAIKNYA DILEGALKAN” 

Kelompok yang tergabung dalam Lingkar Ganja Nusantara berencana menggelar aksinya setiap Sabtu di bulan Mei untuk melegalisasikan tanaman ganja. Menanggapi hal itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) masih mencari tahu motif dibelakang aksi tersebut.

“Yang mengajak melegalkan perlu didalami  motifnya,” ujar Kepala Humas BNN Sumirat Dwiyanto di Jakarta, Kamis 5 Mei 2011.

Menurut Sumirat, hingga kini BNN belum dapat menentukan manfaat pemakaian tanaman yang juga kadang dipakai sebagai bumbu masak itu.

Selain itu, saat ini tanaman ganja sudah masuk dalam golongan 1 narkotika. Dalam UU NO. 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika, ganja sejajar dengan heroin dan kokain. “Itu artinya ganja termasuk barang yang dilarang oleh pemerintah untuk digunakan,”jelasnya.

Sumirat mengatakan, walaupun aksi tersebut ditiru dari negara yang sudah melegalkan pemakaian ganja, Kanada dan Belanda, tetapi jika diterapkan di Indonesia, dia khawatir nantinya akan menimbulkan persepsi yang berbeda. Di mana kelompok pemakai ganja semakin bertambah luas dan tidak bisa terkontrol.

“Belanda pernah melegalkan ganja di masyarakat dengan beberapa catatan, tapi sekarang mereka mengkaji ulang kebijakan tersebut. Alasannya kenapa, belum saya ketahui,” katanya.

Sumirat menambahkan, jika aksi tersebut nantinya akan terlaksana, lebih baik harus didasarkan dengan kajian akademis dan medis yang mendasar.

“Karena kalau asal bicara akan berbahaya untuk masyarakat. Apalagi, ruang gerak peredaran narkotika sedang dipersempit,” tegasnya.


• VIVAnews adaptasi: dboedmaster

Advertisements

About dBoedmaster

Assalaamu'alaikum. Lakukan hal yang kecil untuk sesuatu yang BESAR. Lalu bersabar & berdo'alah dalam prosesnya. Maka raih & bersyukurlah karena impian Anda sudah di depan mata. "Awali dengan Niat, Lakukan yang Terbaik" ©db`2011 www.dboedmaster.co.nr

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

free counters

HTML hit counter - Quick-counter.net


Thank`s Visitor !

follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Instagram: @boedheanto

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

%d bloggers like this: