..::
you're reading...
..:Newsmedia

Ternyata, Umur Bumi dan Bulan Lebih Muda Dari Perkiraan

Bumi memang tidak mungkin memperoleh masa mudanya kembali. Namun penelitian yang dilakukan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa tabrakan yang membentuk Bumi dan Bulan terjadi jauh belakangan dari saat yang ditetapkan sebelumnya.

Teori sebelumnya menyatakan Bumi dan Bulan terbentuk melalui tabrakan besar dua planet seukuran Mars dan Venus ketika tata surya berusia 30 juta tahun silam. Artinya, umur Bumi dan Bulan semenjak tabrakan tersebut adalah 4,5 milar tahun lalu.

“Kami telah menentukan usia Bumi dan Bulan menggunakan isotop tungsten, yang dapat mengungkapkan apakah inti besi serta permukaan batu terbentuk saat tabrakan raksasa itu,” ungkap Tais Dahl, yang melakukan penelitiannya di Neils Bohr Institute di Universitas Kopenhagen bersama David Stevenson dari Institut Teknologi California.

Berdasar penelitian mereka, terbentuknya Bumi dan Bulan bukanlah saat tata surya berusia 30 juta tahun, namun ketika tata surya menginjak usia 150 juta tahun.

Kini yang masih membuat penasaran para ilmuwan adalah menentukan kapan tabrakan raksasa tersebut terjadi. “Meskipun telah banyak diskusi dilakukan, pertanyaan besarnya adalah bagaimana kita dapat memperoleh tanggal terjadinya tabrakan tersebut,” ungkap Dahl.

Sebelumnya, ilmuwan menetapkan terbentuknya Bumi dan Bulan ketika tata surya berusia 30 juta tahun karena yakin batu-batuan di bumi memiliki kandungan besi. Bersatunya kandungan besi ke batu satu-satunya dimungkinkan dengan sempat memanasnya suhu bumi, yakni hingga 7.000 derajat celcius, pascatabrakan terjadi.

Nah, penelitian yang terbaru memberikan hasil yang berbeda. Para peneliti kini mampu memperkirakan usia Bumi dan Bulan dengan menganalisis kehadiran beberapa elemen radioaktif tertentu di lapisan bumi.

Hafnium-182 adalah salah satu kandungan radioaktif yang dimaksud. Hafnium-182 selanjutnya menguraikan diri dan mengubah diri menjadi isotop tungsten-182, yang keduanya memiliki sifat berbeda.

Istop tungsten lebih menyukai ikatan dengan kandungan logam. Hafnium memiliki kecenderungan untuk mengikat silikat dan batu-batuan.

Butuh waktu 50 hingga 60 juta tahun bagi seluruh hafnium untuk terurai dan akhirnya berubah menjadi tungsten. Apalagi, saat tabrakan proses terbentuknya Bulan, hampir seluruh besi berada jauh di dalam inti Bumi. Peneliti tidak yakin bila tungsten tersebut juga ikut masuk ke pusat inti Bumi.

“Kami telah mempelajari apa yang menyebabkan besi dan bebatuan bergabung saat terjadinya tabrakan,” ungkap Dahl. “Menggunakan model perhitungan dinamis pada bercampurnya batuan cair dan besi, kami menemukan bahwa isotop tungsten dari Bumi di masa awal terbentuknya tetap berada di permukaan Bumi.”

Dari model-model tersebut, peneliti mengklaim bahwa tabrakan yang mengakibatkan proses terbentuknya Bumi terjadi setelah semua hafnium terurai seutuhnya menjadi tungsten. Dengan demikian, Bumi dan Bulan harus terbentuk lebih lama dari yang diramalkan sebelumnya oleh para peneliti.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa inti besi dan bebatuan tidak mampu untuk beremulsi dalam tabrakan planet yang lebih besar dari planet berdiameter 10 kilometer. Karena itulah juga kebanyakan inti besi Bumi tidak menyerap tungsten dari material bebatuan selama proses pembentukannya.”

Sumber – Mediaindonesia

Advertisements

About dBoedmaster

Assalaamu'alaikum. Lakukan hal yang kecil untuk sesuatu yang BESAR. Lalu bersabar & berdo'alah dalam prosesnya. Maka raih & bersyukurlah karena impian Anda sudah di depan mata. "Awali dengan Niat, Lakukan yang Terbaik" ©db`2011 www.dboedmaster.co.nr

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

free counters

HTML hit counter - Quick-counter.net


Thank`s Visitor !

follow me

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Instagram: @boedheanto

There was an error retrieving images from Instagram. An attempt will be remade in a few minutes.

%d bloggers like this: